Bikin SIM Dengan Psikotes, Aturan Mulai Diperluas

Pertengahan 2019 lalu, tes psikologi pada proses pembuatan surat izin mengemudi atau SIM sudah mulai diterapkan oleh Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah NTB (Nusa Tenggara Barat).

Menurut Polri, tes tersebut adalah amanat Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pada pasal 81 ayat (1) disebutkan, syarat memperoleh SIM harus memenuhi usia, administratif, kesehatan, dan lulus ujian.

Ada Enam aspek yang akan diuji pada tes psikologi, yaitu konsentrasi, pengendalian diri, kecermatan, ketahanan kerja, stabilitas emosi, dan kemampuan menyesuaikan diri.

Di Tahun 2020 ini, aturan yang sama pun diterapkan oleh Polres Sukoharjo, Jawa Tengah. Menurut polisi, penting untuk menerapkan tes psikologi. Terlebih lagi berdasarkan data, kecelakaan lalu lintas tidak hanya disebabkan oleh kelalaian semata. Namun juga juga dikarenakan psikologi pengemudi.

Ternyata bukan cuma Polres Sukoharjo saja yang berniat untuk memberlakukan aturan tersebut. Dilansir dari laman resmi Korps Lalu Lintas Polri, Sabtu 29 Februari 2020, psikotes untuk pembuatan dan perpanjangan SIM bakal digelar di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Hal itu tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/213/I/YAN.1.1/2020, tentang Pemberlakuan Tes Psikologi bagi Seluruh Golongan SIM di Seluruh Jajaran Polda Jateng.

“Tes psikologi ini berlaku baik bagi pembuatan SIM baru maupun bagi perpanjang SIM, dan juga untuk semua golongan SIM,” ujar Kasi SIM Satlantas Polres Sukoharjo, Aiptu Joko Priyanto.

sumber:viva.co.id

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *