Toyota Produksi Kendaraan Elektrik Tahun 2020

Model kendaraan elektrik hibrida (hybrid electric vehicle/HEV) direncanakan akan mulai diproduksi oleh TOYOTA Indonesia pada 2022. Produksi lokal kendaraan tersebut ditujukan tak hanya untuk pasar domestik, namun juga pasar ekspor.

Disebutkan dalam siaran pers PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang diterima Kamis (5/3), bahwa hal tersebut adalah upaya PT Toyota-Astra Motor (TAM) dan TMMIN untuk menambah opsi kendaraan elektrifikasi. Tambahan tersebut contohnya antara lain kendaraan elektrik hibrida colok (plug-in hybrid vehicle/PHEV) dan kendaraan elektrik baterai (battery electric vehicle/BEV).

Bersamaan dengan itu, Toyota pun melakukan upaya untuk menyiapkan pasar dengan meningkatkan kesadartahuan publik tentang kendaraan elektrifikasi. Hal tersebut dinilai menjadi bagian dari komitmen serta kontribusi Toyota dalam upayanya mendukung pemerintah demi mempercepat implementasi teknologi elektrifikasi di Indonesia.

Disebutkan, Toyota Indonesia berkomitmen mengambil bagian pada upaya menyebarluaskan model kendaraan elektrifikasi, seperti HEV, PHEV dan BEV. Melingkupi rantai suplai dari komponen-komponen utama kendaraan tersebut yang sesuai dengan keadaan di Indonesia dengan mempertimbangkan keunggulan serta tantangan dari tiap-tiap teknologi.

Toyota mendukung kegiatan penelitian dan studi komprehensif kendaraan elektrifikasi bersama-sama dengan enam perguruan tinggi di Indonesia. Studi ini diprakarsai Kementerian Perindustrian Republik Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Dalam aktivitas itu, Toyota menyediakan peralatan riset berupa 18 unit mobil (6 Prius PHEV, 6 Prius HEV, dan 6 Corolla mesin bakar internal), peralatan pengisian daya, data loggers, dan asistensi teknikal. Indonesia adalah salah satu basis produksi serta ekspor kendaraan dan komponen Toyota yang penting di Asia Pasifik.

Toyota beserta perusahaan grup Toyota di Indonesia memproduksi mobil dengan kandungan lokal tinggi di  antara level 75 persen hingga 95 persen dan melakukan ekspor produk otomotif berupa kendaraan utuh (completely built-up), kendaraan terurai (completely knock down), etanol dan mesin bensin, komponen, dan alat bantu produksi. Kendaraan utuh maupun terurai juga diekspor ke lebih dari 80 negara di kawasan Afrika, Asia, Amerika Latin, Karibia, Timur Tengah dan Pasifik. Produksi lokal dan ekspor tersebut berkontribusi pada neraca perdagangan yang positif serta mensuport perkembangan industri dan ekonomi.

sumber:mediaindonesia.com

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *